Sabtu, 18 Januari 2014

11479338833_b756ddbf04
Bunuh diri merupakan tindakan sengaja yang dilakukan yang menyebabkan kematian diri sendiri. Bunuh diri sering dilakukan putus asa, stres dan masih banyak lagi. Berbagai macam metode yang dilakukan untuk membunuh dirinya sendiri, seperti kasus bunuh diri masal yang berikut ini info yang dikutip dari palingseru.com
1. Tarian Zalongo
Pada tahun 1803 terjadi perang antara Souli dan tentara Ottoman. Karena kalah, suku Souli mengungsi di gunung Zalongo. Di gunung tersebut mereka mencoba melakukan bunuh diri masal untuk menghindari tentara Ottoman yang ingin membunuh mereka. Para wanita melempar anak-anaknya dari tebing lalu para wanita tersebut menyusul.
2. Warga Demmin
Pada 1 Mei 1945, terjadi perang antara Jerman dan tentara Rusia. Saat itu Rusia sudah berhasil memguasai Jerman. Di Jerman Rusia mulai menjajah dengan memperlakukan warga Jerman semena-mena. Oleh karena itu, sekitar 1.000 warga Jerman melakukan bunuh diri massal agar tidak menjadi korban kekejaman tentara Rusia.
3. Puputan Badung
Pada tanggal 20 September 1906, tentara Belanda menyerang Bali hingga ke Badung. Namun, sebelumnya warga Badung telah meramalkan kedatangan tentara Belanda, dalam ramalan itu mereka akan kalah dan akan terjadi pembunuhan. Oleh karena itu, untuk menjaga harga diri mereka, mereka melakukan bunuh diri massal dengan cara menusuk diri sendiri.
4. Benteng Chittorgarh
Jauhar adalah sebuah praktek bunuh diri massal perempuan yang terjadi di pedalaman India. Para wanita melakukan bunuh diri untuk menghindari nafsu dari tentara Sultan Delhi yang menyerang kota mereka. Para wanita serta anak-anak perempuan terjun ke dalam api unggun untuk bunuh diri.
5. Sicarii Rebels
Pada tahun 60 Masehi, pemerintah romawi memaksa penganu Yahudi fanatik untuk untuk pindah dari kawasan Masada, Israel, dan membuat barikade di benteng Raja Herodes di atas daratan tinggi berbatu gurun Tudea. Selama 5 tahun mereka membuat barikade tersebut, hingga pada tahun 72 Masehi, Kaisar Falvius Lucius Sivius menugaskan untuk menghancurkan benteng dan menangkanp pemberontak. Namun, kelompok fanatik itu malah melakukan bunuh diri massal, bukannya melawan pemberontak, mereka malah menyisakan mayat-mayat dibagunan tersebut.
Nah, itulah kasus kasus bunuh diri massal yang pernah terjadi didunia. Kasus ini memang sudah lama terjadi, namun apa salahnya untuk menambah pengetahuan kamu mengenai kejadian-kejadian di masa lampau.

Jumat, 17 Januari 2014

android_unggul_dalam_unduhan_aplikasi_ios_menang_dalam_monetasi_130801
Salah satu daya tarik dari iPhone adalah banyak aplikasi yang tersedia untuk di pasang secara gratis maupun berbayar. Pengguna dapat mengunduhnya di launcher apple store atau melalui web resminya store.apple.com. Dari sekian banyak aplikasi yang disediakan, mempunyai beberapa kategori seperti multimedia, hiburan, office, security dan lainnya. Namun yang paling menarik adalah aplikasi jahil yang dapat kita gunakan untuk menjahili teman atau sekedar hiburan. berikut info yang dikutip dariberjambang.blogspot.com.
 1. iSurprise
iSurprise merupakan sebuah aplikasi simulasi yang menyebabkan layar iPhone seakan-akan retak. Untuk menjahili teman Anda, instal aplikasi ini di hanphone miliknya dan tentunya tanpa teman Anda sadari. Jalankan aplikasi dan tunjukkan kepada teman Anda, betapa terkejut ia karena iPhone kesayangannya terlihat retak seperti nyata.
2. Ghost Prank Pro
Ghost Prank Pro merupkan aplikasi kamera yang mempunyai efek gambar hantu di dalamnya. Efek hantu dapat langsung ditambahkan saat aplikasi berjalan, Anda cukup berpura-pura mengambil gambar dan tentukan kapan efek hantu akan muncul. Hantu dalam aplikasi ini ada bermacam-macam dan dapat kita pilih sesuai keinginan.
3.iFart
Buang angin atau sering kita menyebut kentut di tempat umum merupakan hal tabu dalam adat masyarakat kita. Namun sering kali peristiwa ini justru menjadi lelucon bagi sebagian orang. Jika Anda ingin menjahili teman Anda dengan suara kentut, tidak perlu repot-repot menunggu perut Anda mulas, cukup instal iFart di iPhone Anda. Di dalam aplikasi ini terdapat berbagai macam suara kentut yang khas.
4. Fake Call
Fake Call merupakan aplikasi jahil yang dapat membuat panggilan palsu pada iPhone. Anda cukup mengatur waktu panggilan palsu, selain itu nama dan nomor pemanggil palsu dapat Anda atur sendiri.
Saat panggilan berlangsung, aplikasi ini juga mengambil nada dering yang digunakan pada profil iPhone sehingga terdengar seperti panggilan yang sebenarnya.
5. iBug
Serangga menjadi pobhia bagi sebagian orang, terutama kecoa. Binatang yang bersembunyi di tempat kotor ini seakan menjadi momok menakutkan bagi sang penderita pobhia. Apa jadi nya jika kecoa dan serangga lain tiba-tiba muncul di layar iPhone sang penderita pobhia, tentunya ia akan terkejut dan lari ketakutan. iBug merupakan aplikasi yang dapat melakukan aksi jahil tersebut.
genggam-tangan1
Ada beberapa orang yang memang lebih menyukai hubungan tanpa status dari pada pacaran, mereka berpikir bahwa hubungan tanpa status lebih bebas dan  tak harus saling cemburu. Hubungan tanpa status ini mirip dengan hubungan teman tapi mesra, dimana saling memiliki rasa sayang namun tak terikat pada satu kata yaitu pacaran.
Hubungan seperti itu juga memiliki kerugian buat kamu, khususnya buat para wanita, karena pria bisa saja pergi meningggalkan kamu. Ingin tahu lebih jelas lagi kerugian akibat dari hubungan tanpa status. Yuk, kita simak ulasan berikut ini dikutip dari palingseru.com
1. Jatuh cinta
Kamu berpikir bahwa hubungan tanpa status hanya memiliki rasa sayang, tapi tidak cinta. Sebenarnya anggapan seperti itu salah, bisa saja salah satu diantara kalian berdua jatuh cinta. Apa lagi cinta itu tidak berbalas, pasti hubungan kalian akan terasa tidak menyenangkan.
2. Serba rahasia
Memiliki hubungan yang serba rahasia tentunya tidak nyaman buat kamu. Kamu tidak ingin sekelompok teman kamu mengetahui hubungan tanpa status yang kamu jalani, maka kamu akan melakukan berbagai macam cara untuk merahasiakan hubungan kamu tersebut. Bukan kah tidak nyaman mempunyai hubungan serba rahasia, mau ketemuan harus sembunyi-sembunyi. Lama-lama juga pasti ketahuan kok.
3. Dia tak selalu ada
Sebagai contoh ketika kamu sedang mengalami kesusahan, dan kamu membutuhkan bantuannya. Bisa saja pasangan mu tidak ada untuk kamu, atau sedang sibuk, bahkan malah memang tidak perduli pada kamu.
4. Tertarik pada orang lain
Tidak ada menutup kemungkinan jika dia tertarik pada orang lain. Bisa saja tanpa sepengetahuan kamu dia menjalin hubungan serius dengan orang lain, sedangkan kamu hanya sebatas teman tapi mesra.
5. Merasa tidak yakin terus-terusan
Kamu akan terus berpikir mau sampai kapan menjalin hubungan yang tak jelas ini. Kamu akan terus berpikir bagaimana kedepannya nanti, maka itu akan membuat kamu terus-terusan tidak yakin.
Itulah kerugian-kerugian yang kamu alami ketika menjalani hubungan tanpa status. Sekarang kamu bisa berpikir, kenapa mau terjebak dalam hubungan yang tidak jelas?

Rabu, 04 Desember 2013

Gitar Klasik Dari Stik Es Krim



Mindtalkers suka makan es krim? Pasti tau dong stik es krim yang muncul jika es krim batangan kamu sudah mulai habis di makan. Nah, jangan dibuang dulu guys, Karena dari stik itu bisa dibuat sebuah karya.
Seorang seniman yang tidak disebutkan namanya berhasil membuat sebuah gitar klasik dengan 4 ribu stik es krim bekas. Ia menyelesaikannya dalam waktu kurang dari 10 hari loh! Ia membuat karya seni dari stik es krim, karena mendapatkan inspirasi saat bermain musik bersama temannya.
Pada saat itu, ia melihat gitar klasik temannya rusak dan ingin memperbaikinya. Alhasil, ia berhasil menambal bagian kayu yang rusak dengan stik bekas es krim. Dari situlah, ia mulai mencoba membuat gitar klasik dari stik es krim.


Selain gitar klasik, kira-kira stik es krim bekas bisa dibuat apalagi ya guys!

Melukis Roti Bakar

Mindtalkers, kadang ide bisa datang secara gak terduga dan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Seperti Hittomii asal Jepang yang membuat lukisan anime di atas sebuah roti bakar.
Ia pertama kali membuat karya seperti ini saat membuat roti bakar. Pada saat itu gak sengaja roti bakarnya hangus. Ketika ia berusaha membersihkan bagian yang hangus, ia mendapat inspirasi untuk menjadikannya sebuah karya.
Sejak saat itu ia mulai berkarya menggunakan remahan roti bakar dan bubuk teh hijau, juga membakar sebagian rotinya agar gambarnya menjadi lebih hidup. Gimana mindtalkers, cukup kreatif kan idenya?

Minggu, 24 November 2013

(SH/Pramono R Pramoedjo)
Ilustrasi.

Tiga puluh delapan mahasiswa berkumpul di sebuah rumah di Cimahi, Jawa Barat. Mereka ketawa-ketiwi mengabaikan hawa dingin air hujan yang tercurah dari langit tiada henti.


Duduk di lantai untuk sebuah pertemuan selama tiga hari, dengan tidur umpel-umpelan dan mandi secepat kilat karena hanya ada tiga kamar tidur dan lima kamar mandi di sana. Yang tidak kebagian kamar tidur, menggelar kasur di ruang terbuka lantai 2. Padahal, setiap peserta merogoh kocek sendiri untuk ikutan kegiatan itu.  

Gila, kan? Tapi Titi (20) merasa senang. Aris Munandar (20) juga sama, senang. Menggebu-gebu, malah. “Ini seru banget. Papa di Kalimantan sudah tanya terus, minta diceritain. Saya sering telepon ke rumah, terus papa tanya ‘Ayo cepat kami dikasih tahu gimana acara di situ’,” kata Titi, mahasiswi Universitas Adven Indonesia (Unai) Cimahi jurusan Akuntansi, yang baru Agustus 2013 lalu meninggalkan tanah kelahirannya di Pontianak, Kalimantan Barat.

Titi yang asal suku Dayak itu tak ingin konflik berdarah di daerahnya terulang. Trauma masih membekas, pertikaian antara Dayak-Madura yang dipicu masalah sepele, tapi kemudian membesar dan mengakibatkan jatuhnya banyak korban jiwa dan materi. Seperti mimpi buruk kalau ia mendadak terbayang-bayang peristiwa itu, meskipun tidak langsung melihat kejadiannya dan hanya mendengar cerita dari mulut ke mulut.

Aris Munandar yang mahasiswa jurusan Hubungan Internasional (HI) Universitas Lampung (Unila), juga tak rela daerah asalnya, Lampung, diobok-obok pertentangan berdarah. Ia tak mau lagi konflik terjadi seperti pada awal Oktober 2013 antara suku Lampung dan Bali di Kalianda.

Jengah menghadapi pertikaian, kemudian Titi, Aris, dan 36 mahasiswa lain dari beragam suku dan agama menambah ilmu tentang bagaimana cara menciptakan perdamaian. Mereka ingin tampil menjadi peacemaker, pendamai. Tidak muluk-muluk berilusi mengubah perang menjadi perdamaian, tapi cukup menciptakan rasa damai di hati sendiri dan di lingkungan terdekatnya. Menciptakan kerukunan di dalam keluarga pun cukup, dengan harapan tidak mengalami perceraian rumah tangga.

Salut buat Aris! Ia saat ini sedang ikut dalam manajemen proyek untuk acara Sumatera Peace Summit di Bandar Lampung, 22-24 Desember 2013. “Saya ingin Indonesia yang multietnis dan segala multi-multi lainnya ini jadi damai. Lebay, ya?” ujar Aris tersenyum.

Tapi ia serius, sama seriusnya dengan semua mahasiswa lain yang berinisiatif mengikuti pertemuan yang digagas oleh Peace Generation Indonesia itu.

Ini mencengangkan, bahwa ternyata anak-anak muda terpelajar yang sama sekali tak terdengar gaungnya, diam-diam berkumpul mendiskusikan tentang bagaimana cara menciptakan perdamaian di Indonesia. Dalam ajang itu mereka juga nonton film bagus tapi terlarang, ?, karya Hanung Bramantyo yang mengisahkan pembauran dan pluralisme.

Kegiatan tersebut disebut Student Interfaith Peace Camp 2013: Building Peace Generation Through Young Peacemaker. Diselenggarakan Young Interfaith Peacemaker Community Indonesia di lokasi Rumah Searah, Parongpong, Cimahi, Jawa Barat, Jumat-Minggu (15-17 November).
 
Diadakan serentak di empat lokasi yakni Cimahi, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Medan. Peserta di Cimahi adalah mahasiswa dari Cimahi, Lampung, Bandung, dan Jakarta dari agama Islam, Protestan, Katolik, dan Adven. Uniknya, setiap peserta wajib membawa kitab suci masing-masing.

Di lokasi yang cukup sulit diakses kendaraan umum itu, mereka melakukan doa bersama dalam satu ruangan yang sama pada waktu bersamaan. Yang muslim salat, sementara yang Kristen, Katolik, dan Adven sembahyang.
 
Doa dimulai pukul 04.00 subuh, disambung devosi bersama. Dalam devosi mereka membaca kitab suci masing-masing yang inti ayatnya bersinggungan atau ada kesamaan antaragama, lantas mereka sharing-kan. Mereka jadi mengerti inti agama adalah sama, yaitu ada rahmat dan kasih.

Hari pertama acara tersebut merupakan hari Jumat, seluruh peserta camp melakukan doa bersama pada petang hari. Itulah hari Sabat bagi orang Adven. Bahkan, berhubung kegiatan diadakan di dekat Kampus Universitas Adven Indonesia (Unai), menu makan selama tiga hari menghindari ikan dan daging. Yang ada hanya sayur, buah, dan sesekali telur burung puyuh. Nyatanya, semua peserta senang dan berebut makan. Tak ada yang mengeluhkan menu yang sederhana.

Itulah wujud rasa saling menghormati agama lain. Bukan dimaksudkan untuk mengubah iman, melainkan agar antaragama saling memahami dan melengkapi. Sesuai prinsip ajaran keempat dalam camp tersebut tentang perbedaan agama, yakni beda keyakinan nggak usah musuhan! “Kamu harus loyal pada agamamu, tapi juga harus hormat pada agama lain”.

Di situlah para mahasiswa dipertebal ilmunya tentang nilai-nilai dasar perdamaian, yakni menghargai perbedaan, empati, membangun persahabatan dengan orang yang berbeda, dan menghindari prasangka. Ada 12 cara penyelesaian konflik, di antaranya adalah menciptakan rasa menghargai, cinta, aman, dan rasa dimengerti.

Setelah mengerti nilai-nilai dasar perdamaian, mereka akan memahami prosesnya, lalu nanti akan menerapkan di lingkungan masing-masing dalam masyarakat. Setiap peserta akan menularkan ilmunya tersebut sebagai trainer di lingkup masing-masing, dengan sasaran akhir tidak ada lagi kekerasan dan konflik di masyarakat yang mengatasnamakan agama/golongan.

Mereka akan menjadi role model bagi masyarakat, pada hari terakhir camp mereka dilatih menjadi foto model oleh Sri Danarti Mintarsih (Mimien) dari Peace Generation. Harapannya, seorang model akan tampil membawakan diri sebaik mungkin di tengah masyarakat. Acara yang seru dan tidak membosankan.

Cabut Akar Kekerasan

Irvan AmaLee, CEO Mizan Aplication Publisher yang membawakan acara itu, meminta semua peserta menggambar sebutir buah di atas kertas post it. Kemudian dalam buah itu digambar aksi kekerasan menurut versi masing-masing. Buah itu dinamakan buah kekerasan, yang kemudian ditempelkan di kertas bergambar pohon kekerasan. Ternyata ada yang menuliskan kata: meledek, tawuran, bicara kotor, membunuh, mem-bully, menganiaya, menyindir, dan kekerasan antarumat beragama.

“Nah, sekarang kita cari akar dari kekerasan itu,” lanjut Irvan. Kesimpulannya, akar kekerasan antara lain egois, kurang iman, tidak jadi pendengar yang baik, kurang perhatian, fanatik, melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), iri hati, tidak peka.

“Kita harus cabut akar itu dan menyelesaikan masalahnya,” kata Irvan, penggagas Peace Generation Indonesia, unit yang dipayungi oleh Penerbit Pelangi Mizan.

Ia mengingatkan ada dua pilihan dalam hidup ini, menghadapi konflik atau lari menjauhi konflik. Satu hal yang pasti, konflik akan selalu ada. Oleh sebab itu, semua pihak harus belajar menghadapi konflik. “Di dunia ini tak ada paket hemat, adanya paket hubungan baik dan konflik,” ia menambahkan.

Irvan membeberkan data, 90 persen dari konflik yang muncul di Indonesia merupakan konflik lama dan hanya 10 persen konflik baru. Jumlah kekerasan terhadap perempuan ada 30.000 tahun 2008. Dua pertiganya tidak melaporkan kepada pihak berwajib, hanya sepertiganya yang melaporkan. Padahal, kalau dihitung dari 30.000 itu menghasilkan 90.000 kekerasan di sekolah.

Mengapa? Sebab, apa yang terjadi di lingkungan sekolah dan pendidikan lainnya akan menular. Apa yang dilakukan orang tua akan dilihat dan ditiru anaknya. Apa yang dilakukan anak akan dilihat dan ditiru cucuya. Apa yang dilakukan cucunya akan dilihat dan dilanjutkan cicitnya, begitu seterusnya. “Children see, children do,” Irvan menegaskan. Sekali kekerasan dimulai akan sulit dihentikan.

Oswin Budi Darmawan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Searah juga menegaskan, kekerasan terjadi setiap hari di mana-mana dan selalu berawal dari masalah kecil. Sayangnya, siaran televisi lebih sering menayangkan acara dan berita kekerasan pada waktu yang ditonton banyak orang.
 
Contohnya acara Smackdown! Acara gulat yang ditayangkan di televisi nasional ini kemudian menyebabkan cedera dan kematian beberapa anak, akibat menirukan gerakan-gerakan yang dilakukan oleh para atlet Smackdown!, sehingga sekarang acara ini tidak lagi ditayangkan di Indonesia.

Untuk mengatasi masalah kekerasan di Indonesia yang sudah kronis, menurut Oswin, kuncinya adalah masyarakat itu sendiri. Masyarakat harus memperbaiki diri dengan menciptakan kedamaian diri dan lingkungannya. Ibarat penyakit kanker, bukan sel ganasnya yang digempur dengan obat kemoterapi, radiasi, melainkan sel sehatnya yang diperbaiki.

Tumbuhkan Empati

Bryan Gallant dari LSM Searah mengemukakan, agama ada bukan untuk membuat klub atau kelompok. “Saya mengajar untuk orang Adven di Indonesia selama tiga tahun. Saya tanya apa tujuan menginjili? Apakah Anda melakukan evangelisasi, penginjilan, dakwah untuk menumbuhkan organisasi? Atau apakah kalian diorganisasi sehingga bisa melayani orang dengan membagikan kabar lebih baik kepada mereka? Apa tujuannya Anda bersaksi?”

Lalu pendeta dan pemimpin akan bilang, “Kami tahu kami diorganisasi untuk melayani, tapi biasanya kami bertingkah laku seolah hanya untuk berorganisasi.”

Bryan melanjutkan, “Jadi, iman yang telah diberikan kepada Anda adalah supaya Anda bisa menjadi berkah bagi orang di sekitar Anda, bukan untuk membuat grup. Tapi kita hidup di dunia, yang ini dilupakan. Iman bikin kita merosot karena lupa apa yang terpenting.”

Ia mengingatkan, manusia harus sungguh-sungguh menyerahkan hidup kepada Allah, tidak tergantung pada apa agama yang tertulis di Kartu Tanda Penduduk (KTP). Iman tak boleh dimanipulasi materi. Namun, faktanya banyak orang tak diberi makan hanya karena KTP sehingga iman mereka tidak kuat kemudian mencari tulisan agama di KTP yang bisa  memberi lebih banyak.

Seorang peserta bertanya mengapa di agama Islam ada banyak perbedaan seperti ada Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Ahmadiyah, padahal punya satu kesamaan tauhid.
 
Irvan AmaLee, CEO Mizan Aplication Publisher, menjawab dengan menjelaskan syariat adalah sesuatu yang bisa berubah, sedangkan tauhid itu mendasar. Misalkan, perbedaan hari Ramadan atau Lebaran hanyalah syariat, sedangkan korupsi adalah tauhid. Tapi mengapa kita ribut-ribut soal perbedaan hari Ramadhan tapi diam saat ada korupsi?

Ia mengingatkan tentang pemahaman toleransi. Toleransi ialah membiarkan orang lain berbuat sesuatu. Yang lebih tinggi dari toleransi yaitu empati. Empati berarti memahami, mempersilakan orang lain beribadah dan mendukungnya. Empati adalah ketika manusia punya kekuatan dan memahami mereka yang lemah.

Menurut Irvan, manusia akan memahami apa itu toleransi kalau menjadi minoritas. “Kenapa orang Islam khawatir untuk empati? Padahal empati adalah inti ajaran Islam. Jangan melakukan sesuatu yang tak ingin kamu lakukan,” ia menambahkan.

“Mengapa orang Islam ragu-ragu melindungi orang Kristen yang tak aman gerejanya? ‘Kita wajib melindungi agama-agama lain,’ kata Nabi Muhammad. Kita harus membaca sejarah dan memahami inti ajaran Islam.”

Ia menambahkan, setiap orang seharusnya mempelajari agama lain. Keimanan harus menerima gagasan-gagasan. 
Sumber : Sinar Harapan

Selasa, 12 November 2013

 buah putih sebelah bawah dan buah hitam sebelah atas. Dan yang melangkah pertama adalah buah putih



Tapi saya sengaja kasih jawaban untuk langkah pertama saja. Untuk langkah yang kedua dan ketiga silahkan cari sendiri!
1...Qb7







Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!